Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label opini

Shutter Healing #2 : Memotret Bekasi Setelah Lebaran

Shutter healing pada tanggal 14 April 2024 saya lakukan dengan menyusuri kota Bekasi dengan menggunakan sepeda lipat. Kamera yang digunakan adalah Olympus Pen E-PL1 yang merupakan kamera mirrorless lawas. Beberapa hasil jepretan dalam shutter healing diantaranya adalah : Seorang pengendara motor melewati jalan HM. Joyomartono, kota Bekasi (14/4/24). Suasana di sekitar Jl. Insinyur Haji Juanda, kota Bekasi (14/4/24). Pengendara motor melaju di Jl. Insinyur Haji Juanda, kota Bekasi (14/4/24). Seorang pejalan kaki di sekitar Jl. Insinyur Haji Juanda, kota Bekasi (14/4/24). Pengendara motor melalui Jl. Insinyur Haji Juanda, kota Bekasi (14/4/24). Pengendara kendaraan bermotor melalui Jl. Pengairan dan Jl. Villa Raya, kota Bekasi (14/4/24). Pejalan kaki melalui Jl. Ahmad Yani, kota Bekasi (14/4/24). Shutter healing yang saya lakukan pada tanggal 14 April 2024 merekam suasana sebagian kecil kota Bekasi pada 4 hari setelah hari raya Idul Fitri. Di beberapa sudut jalanan masih terlihat suasa...

Republik Indonesia, Instrumen Untuk Mewujudkan Bangsa Indonesia

Tepat di hari ini, Jumat tanggal 17 Agustus 2018, Republik Indonesia tepat berusia 73 tahun. Sebuah umur yang bisa dikatakan muda untuk sebuah negara. Meskipun tergolong muda, Republik Indonesia telah mengalami berbagai situasi politik yang kadang mengancam kehidupan kebangsaan. Dari awal berdirinya, menurut hemat penulis, Republik Indonesia dengan sistem demokrasi-nya, tidak bisa lepas dari kekangan politik kekuasaan. Seperti apa yang dilihat oleh Machiavelli, dimana kekuasaan bukanlah sebagai alat atau instrumen untuk mempertahankan nilai-nilai moralitas, etika dan agama; melainkan kekuasaan sebagai tujuan itu sendiri. Segala nilai-nilai moralitas, etika, agama dan kebajikan hanya dijadikan alat untuk memperoleh serta memperluas kekuasaan. Kemudian masih menurut Machiavelli, negara hanya merupakan simbol tertinggi politik kekuasaan. Menurut penulis, pemikiran Machiavelli tampaknya banyak diadopsi oleh penguasa-penguasa negeri di planet bumi ini, termasuk negara kita tercinta ini....

Opini Singkat Di Tahun Panas Politik

Tahun 2018 merupakan tahun panas politik Indonesia, pasalnya terdapat perhelatan pemilihan kepala daerah serentak serta persiapan menuju pemilihan presiden tahun 2019. Sebenarnya penulis enggan menulis apa pun tentang politik di blog ini, karena memang penulis selama ini apolitis atau tidak berminat sama sekali dengan politik (praktis) di negeri ini, serta penulis sama sekali tidak terafiliasi dengan kelompok pro-pemerintah atau pun oposisi. Penulis pun sudah dari dulu dan berencana seumur hidup akan Golput, sehingga sebenarnya saat ini pun penulis merasa masa bodoh dengan panasnya suhu politik di negeri ini. Satu dari beberapa hal yang menggelitik penulis dan yang menyebabkan tertulisnya opini singkat ini adalah pernyataan salah satu petinggi partai politik yang saat ini berada di kubu oposisi, yakni pernyataan berupa "Jadi masyarakat ketika pilih pemimpin cari yang baik, cari yang tidak berbohong, yang memiliki kecintaan terhadap negara, dan tidak menyiksa ulama" (dikuti...

Opini Singkat Konflik Israel Dan Palestina

Sebelum memulai tulisan yang super pendek ini, penulis mengucapkan selamat atas terpilihnya Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat tanggal 8 Juni 2018. Berdasarkan referensi dari berbagai sumber surat kabar arus utama, tugas Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB merupakan yang keempat kalinya dan kali ini Indonesia akan mengemban tugas selama 2 tahun ke depan bersama dengan Republik Dominika, Afrika Selatan, Jerman dan Belgia; serta 5 anggota tidak tetap lainnya dan 5 anggota tetap DK PBB (Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris dan Perancis).  Inilah saatnya Indonesia beraksi kembali untuk dunia internasional di tengah banyaknya ketegangan-ketegangan dalam dunia internasional. Perjuangan memperoleh tugas internasional sebagai anggota tidak tetap DK PBB menurut penulis merupakan salah satu peran Indonesia sesuai amanat pembukaan UUD 1945, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan ...

Selamat Hari Lahir Pancasila Kita

Tujuh puluh tiga tahun lalu, dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI), Ir. Soekarno menyampaikan gagasannya mengenai dasar negara, yakni Pancasila. Tidak hanya sampai di situ saja, kemudian diikuti perumusan dan penyusunan undang-undang dasar oleh panitia kecil BPUPKI dengan berpedoman pada gagasan Ir. Soekarno tersebut. Sampai tahun 2018 ini, kita sebagai bangsa masih berpedoman pada Pancasila. Meskipun dalam sejarahnya, beberapa kali Pancasila sempat digoyahkan oleh pemberontakan NII atau DI/TII (Negara Islam Indonesia ) pimpinan Kartosoewiryo, kemudian Partai Komunis Indonesia atau PKI (meskipun DN Aidit menyangkalnya), serta Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan paham khilafah Islamiyah yang menurut hemat penulis merupakan corak fasisme bertemakan agama. Menurut penulis, Pancasila sudah final dan merupakan gagasan serta ideologi terbuka yang sangat sesuai untuk segenap bangsa Indonesia yang hidup di dalam Negara Kesatuan...

Larangan Melintas Bagi Truk Di Bekasi Timur, Masih Berlaku-kah?

Di dekat gerbang Tol Bekasi Timur yang mengarah ke Jalan Pengasinan terdapat suatu tanda lalu-lintas yang berisi larangan melintas bagi truk pada pukul 05.30-08.00 pagi dan 17.00-21.00 sore/malam. Apabila tanda dipasang di tempat yang mengarah ke Jalan Pengasinan, Bekasi, maka menurut anggapan penulis, truk tidak diperbolehkan melintas di sepanjang Jalan Pengasinan pada waktu yang disebutkan di atas. Penulis belum mengetahui apakah larangan tersebut juga berlaku di jalan Mustika Sari, mengingat jalan Mustika Sari merupakan lanjutan Jalan Pengasinan.  Namun, kenyataannya dan yang penulis perhatikan, dari hari Senin sampai Jumat, truk-truk logistik yang berukuran besar masih melewati jalan Pengasinan, baik dari arah Jalan Mustikas Sari (melewati Jalan Pengasinan) ke Tol Bekasi Timur atau dari Tol Bekasi Timur ke arah Jalan Pengasinan-Jalan Mustika Sari pada waktu larangan tersebut. Anggapan penulis, mungkin maksud dari pemerintah Kabupaten Bekasi (mengingat Tol Bekasi Timur samp...

Pengalaman Pertama Kali Develop Film Black And White

Memotret dengan kamera film atau analog dibutuhkan kesabaran tersendiri, pasalnya setelah selesai memotret, kita tidak bisa melihat gambar hasil jepretan seperti pada kamera digital. Untuk dapat melihat hasil jepretan, fotografer diwajibkan mencuci atau develop film terlebih dahulu untuk selanjutnya dilakukan scan untuk merubah gambar menjadi format digital ataupun langsung dicetak ke dalam kertas foto. Di kesempatan ini, penulis mencoba memotret di kawasan Mutiara Gading Timur, Bekasi, menggunakan kamera Fujica 35 FS dengan film roll Fujifilm Neopan SS ISO 100 yang sudah expired tahun 2007. Fujifilm Neopan SS merupakan film negatif black and white dengan 36 exposure. Setelah menghabiskan 36 frame dalam satu hari, penulis kemudian mencoba untuk melakukan develop film sendiri dan develop film negatif black and white  kali ini merupakan pertama kali yang penulis lakukan. Tiada rotan akar pun jadi, pepatah ini akhirnya terpakai, dimana penulis merubah kamar mandi menjadi kamar ge...

Fotografi Dengan Kamera Film

Saat ini, hampir setiap orang memiliki kamera, dan mayoritas berbentuk kamera digital, entah itu di smartphone, dalam bentuk DSLR, mirrorless camera , prosumer camera atau pun pocket camera . Bermacam-macam juga jenis dan kamera digital non-smartphone yang beredar di pasaran, dari yang level pemula sampai profesional. Bisa dibilang bahwa kamera digital merupakan alat yang praktis untuk menangkap gambar saat ini jika dibandingkan dengan kamera film. Di jaman digital ini, fungsi film dalam fotografi telah digantikan dengan sensor kamera digital dan penyimpanan gambar dalam format digital. Fotografer tidak perlu merasa ribet ketika akan melihat hasil gambar yang telah diambil.  Dalam perkembangannya, jelas kamera film muncul sebelum kehadiran kamera digital. Antara kamera film dan digital memiliki prinsip, aturan dan teknik yang sama. Perbedaan antara kedua kamera tersebut seperti yang telah disebutkan di paragraf atas, yakni antara film dan sensor. Jika kita menggunakan kamera ...

Pelaku Teror Bom Bukanlah Tidak Beragama, Mereka Beragama Islam

Di pertengahan sampai menjelang akhir tahun 2017, kita dikejutkan dengan tingkah polah ISIS di Marawi, Filipina. Kelompok-kelompok lokal yang telah berbaiat kepada ISIS melancarkan aksinya, mengubah Marawi menjadi medan tempur setelah pusatnya di Timur Tengah digempur habis-habisan. Sungguh mengejutkan bagi kita semua, ternyata ISIS sudah mengincar Asia Tenggara dan siap mendirikan wilayah basisnya. Meskipun akhirnya mampu diredam oleh Angkatan Bersenjata Filipina. Jarak yang berdekatan antara Filipina dan Indonesia membuat kita khawatir waktu itu. Masih belum padam di benak kita terkait teror ISIS di Marawi, Filipina. Saat ini, kita, bangsa Indonesia, dihebohkan dengan kericuhan napi teroris dan teror bom bunuh diri, dimana mereka para pelaku termasuk kelompok lokal yang telah berbaiat kepada ISIS. Pihak berwenang masih dalam proses investigasi dan berjibaku mencegah aksi-aksi serupa yang dikhawatirkan masih berlanjut di tengah belum rampungnya RUU Anti-Terorisme. Tentunya se...

Telur Ayam Palsu ???

Isu tak sedap berkembang lagi, baru-baru ini terdengar kabar mengenai isu beredarnya telur ayam palsu di pasaran. Arus deras informasi dunia maya telah menjadikan isu ini berkembang dan mungkin penulis bilang, sudah mewabah di masyarakat Indonesia. Telur palsu yang dimaksudkan dan yang isu-nya mewabah tersebut dipercaya sebagai telur sintetis yang dibuat dengan senyawa-senyawa kimia tertentu yang tidak layak untuk dikonsumsi. Lantas adakah telur palsu sintetis seperti ini? Kadang penulis merasa tergelitik ingin tertawa ketika membaca isu tersebut. Dengan harga telur di pasaran sekitar 2000-3000 rupiah per butir telur ayam, maka kemungkinan besar jikalau memang ada telur sintetik, harganya akan jauh lebih mahal. Tentunya biaya produksi akan sangat lebih mahal karena bahan dan bentuk khusus telur yang imitasinya terbilang sulit. Dari kondisi ini sudah dipastikan bahwa telur palsu sintetik seperti yang diberitakan di medsos akhir-akhir ini menjadi tidak berdasar. Kemudian dal...

Dilema Pejalan Kaki Di Jakarta

Masyarakat kota-kota besar di Indonesia terkenal dengan masyarakat yang malas berjalan kaki. Beberapa referensi menyebutkan salah satu penyebabnya adalah kurangnya sarana pejalan kaki, misalnya adalah trotoar. Berdasar pengamatan singkat penulis, kota besar seperti Jakarta dan penyangganya memang minim jalur pejalan kaki yang layak, selain itu, jalur pejalan kaki yang sudah dibangun oleh pemerintah kota biasanya tidak cukup lebar, rusak (berpotensi mencelakai penggunanya), diokupasi oleh pengendara motor, dan diokupasi oleh pedagang kaki lima alias PKL serta parkir liar. Dari bentuk-bentuk trotoar seperti di paragraf atas tersebut jelaslah para pejalan kaki juga akan berpikir dua kali untuk menggunakannya, serta sebagian bahkan akan beralih menjadi pengendara motor, yang kemudian bisa jadi akan mengokupasi trotoar. Sedangkan sebagian para pejalan kaki yang masih setia dengan aktivitasnya akan tersisih dan menyingkir, mencari celah-celah yang dapat dilaluinya diantara pedagang-pedagang...

Berpikir Terbuka Ala Fotografer Fotografi Jalanan (Street Photography)

"Lha kok jaman semakin maju, tapi pikiran banyak yang nyempit ya", begitulah kira-kira ungkap seorang rekan beberapa bulan lalu.  "Kurang piknik", barangkali ungkapan anak muda jaman sekarang yang pantas untuk menyikapi kondisi saat ini, yang sedang menjangkiti manusia-manusia Indonesia, baik tua maupun muda. Namun, menurut hemat penulis, bukanlah "kurang piknik", ungkapan yang tepat dalam menyikapi kondisi tersebut, karena mungkin mereka-mereka yang berpikir menyempit justru lebih sering "piknik" daripada mereka-mereka yang berpikir meluas. Menurut hemat penulis, ungkapan yang tepat adalah kurangnya keinginan berpikir kritis dan ketidakmampuan atau pun kurangnya keinginan berpikir terbuka. Mereka yang pemikirannya menyempit biasanya ditandai oleh gejala mudahnya menerima suatu kabar burung yang entah kebenarannya dan akan meyakininya sampai sepenuh hati, bahkan akan dimanisfestasikan ke dalam tata perilakunya sehari-hari. Biasanya mereka-mer...

Varian Baru Tulisan Fiksi, Pawon Fiksi

Tulis menulis merupakan salah satu kegiatan yang boleh dibilang menyenangkan sekaligus merupakan olah rasa dan olah pikir. Menulis adalah kegiatannya dan tulisan adalah bentuk hasil atau karyanya. Karya yang terbentuk ini nantinya diharapkan akan memberikan sumbangan terhadap kehidupan sosial masyarakat (harapan penulis) dan juga karya ini akan tetap hidup abadi walaupun si penulis sudah menjadi tanah. Singkatnya, menurut hemat penulis, menulis merupakan salah satu cara "memperpanjang hidup". Seperti apa yang pernah diujarkan oleh Pak Pramoedya, bahwa orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Jika dalam www.mlakuwae.blogspot.co.id berisikan mengenai catatan-catatan ringan seputar apa yang terjadi di sekitar kita dan catatan-catatan ringan mengenai jalan-jalan dan memotret. Nah, penulis mengenalkan varian baru, yakni tulisan fiksi. Tulisan fiksi ini berbentuk cerpen yang singkat. Kumpulan-kumpulan t...

Konsumsi Travelling

Sepeda onthel yang disusun berjajar di pelataran museum Fatahillah, kawasan Kota Tua, Jakarta, Selasa (1/7/2014). Sepeda tersebut telah menjadi ikon wisata di kawasan Kota Tua. Penurunan daya beli masyarakat, telah menjadi bahan pemberitaan yang hangat bahkan panas hampir sebagian besar media beberapa bulan lalu, mungkin masih berlanjut sampai catatan ini ditulis. Satu kubu mempercayai bahwa kebijakan pemerintah-lah yang menyebabkan kondisi ini, sedang kubu satunya berpendapat bahwa daya beli masyarakat tidak menurun. Penurunan daya beli dikhawatirkan akan mempengaruhi perekonomian suatu negara. "Lho apa kaitannya isu nasional tersebut dengan tulisan blog yang harusnya berisi tentang mlaku-mlaku  alias jalan-jalan?" Begini lho, paragraf di atas hanya awalan saja, bukan bermaksud pro pada satu kubu atau kubu lainnya. Lanjutannya begini, daya beli masyarakat Indonesia akhir-akhir ini memang menurun, salah satu bukti adalah banyak sektor ritel yang gulung tikar, ...

Toleransi Untuk Indonesia Kita

Indonesia itu punya titik lemah, dimana titik lemah ini bisa menjadi jalan pecahnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Titik lemah tersebut adalah perbedaan, baik itu perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan, bahkan juga perbedaan dalam pandangan atau pemikiran atas suatu hal. Namun, nyatanya sampai tulisan ini diketik, NKRI masih berbentuk NKRI.  Inilah Indonesia, dalam bentuk NKRI, yang sampai saat ini mampu mengelola perbedaan tersebut. Boleh dikata bahwa Indonesia adalah "satu dalam perbedaan" atau semboyannya Bhinneka Tunggal Ika. Dengan adanya keunikan inilah, Indonesia menjadi percontohan kehidupan berbangsa bagi negara-negara lain di planet bumi ini. Perbedaan tersebut mengerucut ke dalam kesatuan yang dinamakan bangsa, dimana semua bersepakat bahwa hanya ada satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Kemudian perbedaan yang telah melebur ke dalam bentuk satu bangsa tersebut merasa memiliki tanggung jawab terhadap tanah air yang membentang dari Sabang sampai Merau...

Negara Mana Yang Kamu Inginkan Untuk Ditinggali Di Masa Depan?

Da Nang, sebuah kota pelabuhan yang terletak di tengah-tengah negara VietNam dan merupakan kota terbesar ketiga di VietNam setelah Ho Chi Minh City dan Ha Noi sedang hangat menjadi pembicaraan di sejumlah media dalam dan luar negeri, karena di Da Nang tengah diselenggarakan KTT APEC 2017 pada tanggal 10-11 November 2017. Pemerintah Republik Indonesia, dalam hal ini dipimpin oleh Presiden RI, Joko Widodo membawa misi berupa penghilangan hambatan nontarif produk-produk Indonesia yang berkontribusi pada pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan, mempersempit kesenjangan ekonomi, serta peningkatan infrastruktur dan mengedepankan maritime based policy  (disadur dari berbagai sumber media nasional). Semoga misi apa pun yang dibawa pemerintah ke forum-forum internasional mendapatkan perhatian dan mendapatkan tempat, sehingga kemakmuran, kesejahteraan dan keadilan sosial akan meningkat baik di Indonesia, Asia Tenggara, Asia dan juga dunia. Paragraf di atas hanya sekedar pengantar ...