Langsung ke konten utama

Postingan

Republik Indonesia, Instrumen Untuk Mewujudkan Bangsa Indonesia

Tepat di hari ini, Jumat tanggal 17 Agustus 2018, Republik Indonesia tepat berusia 73 tahun. Sebuah umur yang bisa dikatakan muda untuk sebuah negara. Meskipun tergolong muda, Republik Indonesia telah mengalami berbagai situasi politik yang kadang mengancam kehidupan kebangsaan. Dari awal berdirinya, menurut hemat penulis, Republik Indonesia dengan sistem demokrasi-nya, tidak bisa lepas dari kekangan politik kekuasaan. Seperti apa yang dilihat oleh Machiavelli, dimana kekuasaan bukanlah sebagai alat atau instrumen untuk mempertahankan nilai-nilai moralitas, etika dan agama; melainkan kekuasaan sebagai tujuan itu sendiri. Segala nilai-nilai moralitas, etika, agama dan kebajikan hanya dijadikan alat untuk memperoleh serta memperluas kekuasaan. Kemudian masih menurut Machiavelli, negara hanya merupakan simbol tertinggi politik kekuasaan. Menurut penulis, pemikiran Machiavelli tampaknya banyak diadopsi oleh penguasa-penguasa negeri di planet bumi ini, termasuk negara kita tercinta ini....

Catatan Photo Book "Jakarta Setelah Hujan"

Photobook atau buku foto merupakan karya seorang fotografer yang berisi kumpulan foto hasil pemotretannya yang dicetak, disusun dengan rangkaian dan desain tertentu serta dapat menggambarkan representasi atau presentasi kumpulan foto tersebut. Penulis berkesempatan untuk merangkai hasil hunting  foto di sepanjang Jalan Sudirman Jakarta dan mencetaknya menjadi sebuah buku foto yang berjudul "Jakarta Setelah Hujan". Buku foto dengan judul "Jakarta Setelah Hujan" merupakan karya buku foto pertama penulis. Buku foto tersebut berisikan kumpulan foto hasil hunting pada hari Sabtu, tanggal 20 Januari 2018. Pada tanggal tersebut, Jakarta sedang dilanda hujan sejak pagi hari. Pengambilan foto dilakukan oleh penulis saat setelah hujan reda, meskipun gerimis masih terjadi. Kumpulan foto tersebut merepresantasikan kondisi sebagian kecil Jalan Jenderal Sudirman sesaat setelah hujan. Kondisi yang penulis maksudkan adalah kondisi keseharian masyarakat urban Jakarta, ter...

Bicara Foto #1 : Bongkar Muat Semen

Sejumlah pekerja melakukan aktivitas bongkar muat semen di pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (24/6/2014). Semen merupakan salah satu komoditas perdagangan yang dikirimkan ke pulau lain melalui pelabuhan Sunda Kelapa. Foto ini diambil pada tanggal 24 Juni 2016 pukul 17.19 WIB dengan menggunakan kamera Olympus EPL-1 di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta. Awalnya, penulis bermaksud hunting  human interest saat golden hours, tetapi apa daya saat itu cuaca agak mendung. Meskipun kondisinya agak mendung, dengan sedikit kesabaran akhirnya dapat momen seperti foto ini. Hunting harus selalu disertai waiting untuk mendapatkan momen yang katakanlah bagus. Foto ini diambil secara candid , dimana penulis tidak melakukan kontak komunikasi dengan subjek foto baik sebelum foto diambil maupun setelah foto diambil. Merujuk pada Erik Prasetya (2014) dalam buku On Street Photography, dalam pengambilan foto secara candid , penulis menggunakan pendekatan unobstrusive, dimana pendekatan ini be...

Bicara Foto

Berlatar belakang dari sebuah atau selembar foto menyimpan banyak makna, maka penulis bermaksud untuk menceritakan satu per satu foto dalam perjalanan street photography penulis selama ini. Foto-foto yang diambil dengan pendekatan street photography sebenarnya dapat dinikmati di www.fotokabar.com atau Twitter @wirakid ataupun Instagram di akun @mlaku_wae , tetapi setiap foto hanya disertakan caption-nya saja. " Bicara foto " dapat dicari di blog ini dengan label "Bicara Foto". Semua cerita yang diulas penulis di setiap foto di "Bicara Foto" hanya berdasar sudut pandang penulis. Meskipun berdasarkan sudut pandang penulis, pembaca dan penikmat foto di blog ini sangat dipersilakan untuk menginterpretasikan berdasarkan sudut pandang pembaca. Syukur-syukur terjadi diskusi, hehehe, penulis sangat berharap tumbuh kembangnya diskusi. Diskusi sangat sangat dipersilakan di blog ini ataupun Twitter dan Instagram. Salam mlaku-mlaku sembari motret ^^

Ramadhan Di Bangkok

Di setiap tempat atau daerah pasti memiliki tradisi lokal yang berbeda-beda saat bulan Ramadhan. Tradisi atau pun budaya lokal yang berbeda-beda tersebut menjadikan kekhasan tersendiri bahkan juga menjadi unik sehingga menjadikan Ramadhan lebih berwarna-warni. Tradisi dan budaya lokal di setiap daerah/wilayah di nusantara saat bulan Ramadhan tentu hampir mirip satu sama lainnya, bahkan juga di negara manca sekitar negara kita. Seperti yang penulis alami ketika berpuasa di ibukota negeri gajah putih. Umat muslim di Bangkok, Thailand merupakan minoritas, tetapi tradisi lokal-nya menurut penulis telah menjadikan suasana Ramadhan sama meriahnya dengan suasana Ramadhan di tanah air.  Penulis berkesempatan berpuasa di Bangkok pada bulan Ramadhan tahun 2017 ketika tugas kantor mengharuskan penulis untuk mengikuti sebuah workshop dan seminar di kota itu. Seminar kala itu selesai sekitar pukul 17.00 waktu Thailand (sama dengan Waktu Indonesia Barat), karena sebentar lagi waktunya berbuka...

Opini Singkat Di Tahun Panas Politik

Tahun 2018 merupakan tahun panas politik Indonesia, pasalnya terdapat perhelatan pemilihan kepala daerah serentak serta persiapan menuju pemilihan presiden tahun 2019. Sebenarnya penulis enggan menulis apa pun tentang politik di blog ini, karena memang penulis selama ini apolitis atau tidak berminat sama sekali dengan politik (praktis) di negeri ini, serta penulis sama sekali tidak terafiliasi dengan kelompok pro-pemerintah atau pun oposisi. Penulis pun sudah dari dulu dan berencana seumur hidup akan Golput, sehingga sebenarnya saat ini pun penulis merasa masa bodoh dengan panasnya suhu politik di negeri ini. Satu dari beberapa hal yang menggelitik penulis dan yang menyebabkan tertulisnya opini singkat ini adalah pernyataan salah satu petinggi partai politik yang saat ini berada di kubu oposisi, yakni pernyataan berupa "Jadi masyarakat ketika pilih pemimpin cari yang baik, cari yang tidak berbohong, yang memiliki kecintaan terhadap negara, dan tidak menyiksa ulama" (dikuti...

Opini Singkat Konflik Israel Dan Palestina

Sebelum memulai tulisan yang super pendek ini, penulis mengucapkan selamat atas terpilihnya Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat tanggal 8 Juni 2018. Berdasarkan referensi dari berbagai sumber surat kabar arus utama, tugas Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB merupakan yang keempat kalinya dan kali ini Indonesia akan mengemban tugas selama 2 tahun ke depan bersama dengan Republik Dominika, Afrika Selatan, Jerman dan Belgia; serta 5 anggota tidak tetap lainnya dan 5 anggota tetap DK PBB (Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris dan Perancis).  Inilah saatnya Indonesia beraksi kembali untuk dunia internasional di tengah banyaknya ketegangan-ketegangan dalam dunia internasional. Perjuangan memperoleh tugas internasional sebagai anggota tidak tetap DK PBB menurut penulis merupakan salah satu peran Indonesia sesuai amanat pembukaan UUD 1945, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan ...