Langsung ke konten utama

Yang Unik Dan Berbeda Di Ibukota #2

"Jakarta", setiap orang begitu mengenal dengan baik.
"Jakarta", setiap orang pun mengenalnya sebagai kota besar dan ibu kota negara.

Jakarta ibarat gula, dan kita yang pernah "memanfaatkan" Jakarta ibarat semut. Ya, kita pun selalu menyemut ke arah gula tersebut.

Lantas apa sih kaitannya antara aktivitas "menyemut" tersebut dengan blog ini yang notabene tertulis blog catatan jalan-jalan dan foto-foto.

Tentu ada dong, aktivitas harian masyarakat Jakarta dapat menjadi sesuatu yang menarik yang bisa kita amati saat jalan-jalan ke Jakarta. Pola-pola aktivitas yang unik dari masyarakat Jakarta atau masyarakat yang bekerja di Jakarta dapat kita amati dan tangkap dengan kamera.

Penumpang commuter line di Stasiun Tanah Abang, Jakarta
Sumber : www.fotokabar.com
Foto di atas merupakan salah satu yang saya sukai, meskipun perekaman gambar hanya memakai kamera mirrorless lawas (Olympus Pen EP-1). Foto ini, menurut saya, menunjukkan suatu pola tertentu dalam aktivitas sosial masyarakat urban, serta tentunya dengan warna hitam dan putih, foto ini mampu menunjukkan soul. Di tengah keramaian Jakarta, tersimpan sesuatu yang menyenangkan untuk ditelusuri.

Seperti video kumpulan foto-foto berikut yang sudah kami rangkum,
Menurut saya pribadi, meskipun Jakarta kurang begitu menarik untuk dikunjungi kala liburan, Jakarta merupakan salah satu surganya street photography. Hiruk pikuk dan riuhnya masyarakat yang memenuhi Jakarta setiap hari selalu membentuk pola yang unik, dan pola unik ini menarik untuk kita rekam dengan kamera. Yuk nge-trip di Jakarta, dan jangan lupa membawa kamera apa pun itu. Mari kita tapakkan jejak-jejak kita di trotoar-trotoar sempit Jakarta sambil "memburu" sesuatu yang barangkali akan bernilai nantinya.

Salam,
Penulis


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Opini Singkat Konflik Israel Dan Palestina

Sebelum memulai tulisan yang super pendek ini, penulis mengucapkan selamat atas terpilihnya Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat tanggal 8 Juni 2018. Berdasarkan referensi dari berbagai sumber surat kabar arus utama, tugas Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB merupakan yang keempat kalinya dan kali ini Indonesia akan mengemban tugas selama 2 tahun ke depan bersama dengan Republik Dominika, Afrika Selatan, Jerman dan Belgia; serta 5 anggota tidak tetap lainnya dan 5 anggota tetap DK PBB (Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris dan Perancis).  Inilah saatnya Indonesia beraksi kembali untuk dunia internasional di tengah banyaknya ketegangan-ketegangan dalam dunia internasional. Perjuangan memperoleh tugas internasional sebagai anggota tidak tetap DK PBB menurut penulis merupakan salah satu peran Indonesia sesuai amanat pembukaan UUD 1945, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan ...

Photo Story : Mess Pelepas Penat

Kota Jakarta dan penyangganya merupakan magnet bagi pekerja-pekerja dari daerah, dimana kota Jakarta dan sekitarnya dianggap sebagai pusat utama perekonomian yang mampu memberikan kehidupan yang lebih baik sesuai harapan para pekerja tersebut. Meskipun terkadang harapan harus dilalui dengan aktivitas yang melelahkan, mereka tetap berhasrat mencapai harapan tersebut. Di sela padatnya aktivitas yang melelahkan, selalu terselip waktu rehat dan senda gurau untuk melepas penat. Seperti yang dialami oleh sejumlah pekerja asal Wonogiri, Jawa Tengah yang bekerja di sebuah salon hewan di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan ini.  Waktu sebelum dan sesudah maghrib merupakan waktu yang penting bagi mereka, dimana di waktu ini, kegiatan melepas penat atau istirahat, mandi, sholat dan makan malam dilakukan sebelum beberapa dari mereka kembali bekerja. Semua kegiatan tersebut dilakukan di sebuah  mess yang disediakan oleh pemilik usaha. Mess tersebut menjadi pilihan untuk tinggal dite...

Berpikir Terbuka Ala Fotografer Fotografi Jalanan (Street Photography)

"Lha kok jaman semakin maju, tapi pikiran banyak yang nyempit ya", begitulah kira-kira ungkap seorang rekan beberapa bulan lalu.  "Kurang piknik", barangkali ungkapan anak muda jaman sekarang yang pantas untuk menyikapi kondisi saat ini, yang sedang menjangkiti manusia-manusia Indonesia, baik tua maupun muda. Namun, menurut hemat penulis, bukanlah "kurang piknik", ungkapan yang tepat dalam menyikapi kondisi tersebut, karena mungkin mereka-mereka yang berpikir menyempit justru lebih sering "piknik" daripada mereka-mereka yang berpikir meluas. Menurut hemat penulis, ungkapan yang tepat adalah kurangnya keinginan berpikir kritis dan ketidakmampuan atau pun kurangnya keinginan berpikir terbuka. Mereka yang pemikirannya menyempit biasanya ditandai oleh gejala mudahnya menerima suatu kabar burung yang entah kebenarannya dan akan meyakininya sampai sepenuh hati, bahkan akan dimanisfestasikan ke dalam tata perilakunya sehari-hari. Biasanya mereka-mer...