Langsung ke konten utama

Mlaku-Mlaku Wae

Dengan sangat tertulis, blog ini saya beri nama "Mlaku-Mlaku Wae" yang dalam bahasa Indonesia bermakna "jalan-jalan saja (dengan berjalan kaki)". Ke depan, harapannya adalah blog ini akan lebih banyak mengulas mengenai jalan-jalan atau yang keren disebut dengan "travelling" atau "backpacking". 
Lantas apa sih yang membedakan dengan blog-blog travelling lainnya?

"Beda adalah pasti"

Lho kok bisa?,
Ya bisa dong, karena yang menulis juga berbeda. Kemudian di blog ini, penulis akan mencoba menghadirkan tulisan beserta foto seputar "travelling" yang murah meriah alias jalan-jalan dengan jalan kaki (dalam hal ini penulis tidak punya banyak uang untuk plesiran ^^). Jalan-jalan mengelilingi kampung atau kompleks rumah kita pun penulis golongkan sebagai "travelling". Yang penting adalah kita menikmati setiap langkah yang kita jejakkan ke bumi ini. Boleh dibilang ini-lah travelling ndeso tapi hati riang gembira.
Prinsip penulis, berjalanlah (berjalan dengan kaki) maka kita akan dapat dengan mudah memaknai kehidupan.

Salam,
Penulis
Wibowo Dicky alias Wirakid

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Opini Singkat Konflik Israel Dan Palestina

Sebelum memulai tulisan yang super pendek ini, penulis mengucapkan selamat atas terpilihnya Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat tanggal 8 Juni 2018. Berdasarkan referensi dari berbagai sumber surat kabar arus utama, tugas Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB merupakan yang keempat kalinya dan kali ini Indonesia akan mengemban tugas selama 2 tahun ke depan bersama dengan Republik Dominika, Afrika Selatan, Jerman dan Belgia; serta 5 anggota tidak tetap lainnya dan 5 anggota tetap DK PBB (Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris dan Perancis).  Inilah saatnya Indonesia beraksi kembali untuk dunia internasional di tengah banyaknya ketegangan-ketegangan dalam dunia internasional. Perjuangan memperoleh tugas internasional sebagai anggota tidak tetap DK PBB menurut penulis merupakan salah satu peran Indonesia sesuai amanat pembukaan UUD 1945, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan ...

Pelaku Teror Bom Bukanlah Tidak Beragama, Mereka Beragama Islam

Di pertengahan sampai menjelang akhir tahun 2017, kita dikejutkan dengan tingkah polah ISIS di Marawi, Filipina. Kelompok-kelompok lokal yang telah berbaiat kepada ISIS melancarkan aksinya, mengubah Marawi menjadi medan tempur setelah pusatnya di Timur Tengah digempur habis-habisan. Sungguh mengejutkan bagi kita semua, ternyata ISIS sudah mengincar Asia Tenggara dan siap mendirikan wilayah basisnya. Meskipun akhirnya mampu diredam oleh Angkatan Bersenjata Filipina. Jarak yang berdekatan antara Filipina dan Indonesia membuat kita khawatir waktu itu. Masih belum padam di benak kita terkait teror ISIS di Marawi, Filipina. Saat ini, kita, bangsa Indonesia, dihebohkan dengan kericuhan napi teroris dan teror bom bunuh diri, dimana mereka para pelaku termasuk kelompok lokal yang telah berbaiat kepada ISIS. Pihak berwenang masih dalam proses investigasi dan berjibaku mencegah aksi-aksi serupa yang dikhawatirkan masih berlanjut di tengah belum rampungnya RUU Anti-Terorisme. Tentunya se...

Photo Story : Mess Pelepas Penat

Kota Jakarta dan penyangganya merupakan magnet bagi pekerja-pekerja dari daerah, dimana kota Jakarta dan sekitarnya dianggap sebagai pusat utama perekonomian yang mampu memberikan kehidupan yang lebih baik sesuai harapan para pekerja tersebut. Meskipun terkadang harapan harus dilalui dengan aktivitas yang melelahkan, mereka tetap berhasrat mencapai harapan tersebut. Di sela padatnya aktivitas yang melelahkan, selalu terselip waktu rehat dan senda gurau untuk melepas penat. Seperti yang dialami oleh sejumlah pekerja asal Wonogiri, Jawa Tengah yang bekerja di sebuah salon hewan di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan ini.  Waktu sebelum dan sesudah maghrib merupakan waktu yang penting bagi mereka, dimana di waktu ini, kegiatan melepas penat atau istirahat, mandi, sholat dan makan malam dilakukan sebelum beberapa dari mereka kembali bekerja. Semua kegiatan tersebut dilakukan di sebuah  mess yang disediakan oleh pemilik usaha. Mess tersebut menjadi pilihan untuk tinggal dite...