Langsung ke konten utama

Yang Unik Dan Berbeda di Ibukota #1

Bagi sebagian besar orang, ibukota identik dengan kepenatan dan kesemrawutan. Bahkan, menginjakkan kaki di tempat-tempat umum ibukota saja sudah membuat malas, apalagi menikmatinya. Namun, ibukota sebenarnya menyimpan suatu bentuk (fisik atau peristiwa) yang penulis katakan menyenangkan untuk diselami dan dinikmati. Dengan berbekal sepiring nasi untuk sumber energi dan kamera digital seadanya, maka ibukota adalah tempat yang mengasyikkan untuk nge-trip.

Kumang atau kelomang hias yang dijajakan di pelataran Monumen Nasional. Foto ini diambil pada tahun 2014.

Nikmati setiap detil ibukota dan ambil foto, itulah cara terasyik nge-trip di ibukota. Eh, ternyata tidak hanya itu saja, mencari sesuatu yang berbeda adalah cara yang lebih mengasyikkan lagi.

Sesuatu yang sebelumnya tidak dilirik masyarakat umum, bisa kita lirik dan kita tangkap menggunakan kamera yang kita punya. Misalnya saja foto di atas, kumang atau kelomang memang sering diperjualbelikan di tempat-tempat keramaian. Bahkan saat ini dengan kreatifitas sedemikian rupa, kelomang atau kumang tersebut disulap menjadi warni-warni dengan gambar tokoh kartun lucu dan juga logo klub sepakbola. Saat ini bisa dibilang kelomang hias seperti ini wajar dan lazim dijajakan oleh pedagang. Namun, begitu kita tangkap dengan kamera dengan jarak fokus yang dekat maka hasilnya akan tampak lucu dan tidak seperti biasanya.

Mari kita nikmati setiap perjalanan 

Komentar

  1. Dapatkan Penghasilan Tambahan Disini..
    Donaco Poker.. Agen Terpercaya dan Teraman..
    Kemenangan besar bisa di dapatkan...

    Hubungi Kami Secepatnya Di :
    WHATSAPP : +6281333555662

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Opini Singkat Konflik Israel Dan Palestina

Sebelum memulai tulisan yang super pendek ini, penulis mengucapkan selamat atas terpilihnya Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat tanggal 8 Juni 2018. Berdasarkan referensi dari berbagai sumber surat kabar arus utama, tugas Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB merupakan yang keempat kalinya dan kali ini Indonesia akan mengemban tugas selama 2 tahun ke depan bersama dengan Republik Dominika, Afrika Selatan, Jerman dan Belgia; serta 5 anggota tidak tetap lainnya dan 5 anggota tetap DK PBB (Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris dan Perancis).  Inilah saatnya Indonesia beraksi kembali untuk dunia internasional di tengah banyaknya ketegangan-ketegangan dalam dunia internasional. Perjuangan memperoleh tugas internasional sebagai anggota tidak tetap DK PBB menurut penulis merupakan salah satu peran Indonesia sesuai amanat pembukaan UUD 1945, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan ...

Photo Story : Mess Pelepas Penat

Kota Jakarta dan penyangganya merupakan magnet bagi pekerja-pekerja dari daerah, dimana kota Jakarta dan sekitarnya dianggap sebagai pusat utama perekonomian yang mampu memberikan kehidupan yang lebih baik sesuai harapan para pekerja tersebut. Meskipun terkadang harapan harus dilalui dengan aktivitas yang melelahkan, mereka tetap berhasrat mencapai harapan tersebut. Di sela padatnya aktivitas yang melelahkan, selalu terselip waktu rehat dan senda gurau untuk melepas penat. Seperti yang dialami oleh sejumlah pekerja asal Wonogiri, Jawa Tengah yang bekerja di sebuah salon hewan di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan ini.  Waktu sebelum dan sesudah maghrib merupakan waktu yang penting bagi mereka, dimana di waktu ini, kegiatan melepas penat atau istirahat, mandi, sholat dan makan malam dilakukan sebelum beberapa dari mereka kembali bekerja. Semua kegiatan tersebut dilakukan di sebuah  mess yang disediakan oleh pemilik usaha. Mess tersebut menjadi pilihan untuk tinggal dite...

Berpikir Terbuka Ala Fotografer Fotografi Jalanan (Street Photography)

"Lha kok jaman semakin maju, tapi pikiran banyak yang nyempit ya", begitulah kira-kira ungkap seorang rekan beberapa bulan lalu.  "Kurang piknik", barangkali ungkapan anak muda jaman sekarang yang pantas untuk menyikapi kondisi saat ini, yang sedang menjangkiti manusia-manusia Indonesia, baik tua maupun muda. Namun, menurut hemat penulis, bukanlah "kurang piknik", ungkapan yang tepat dalam menyikapi kondisi tersebut, karena mungkin mereka-mereka yang berpikir menyempit justru lebih sering "piknik" daripada mereka-mereka yang berpikir meluas. Menurut hemat penulis, ungkapan yang tepat adalah kurangnya keinginan berpikir kritis dan ketidakmampuan atau pun kurangnya keinginan berpikir terbuka. Mereka yang pemikirannya menyempit biasanya ditandai oleh gejala mudahnya menerima suatu kabar burung yang entah kebenarannya dan akan meyakininya sampai sepenuh hati, bahkan akan dimanisfestasikan ke dalam tata perilakunya sehari-hari. Biasanya mereka-mer...