Langsung ke konten utama

Postingan

Menyikapi Berita Miring alias Hoax

Beberapa waktu lalu dan sampai saat ini pun media massa arus utama ramai memberitakan mengenai terungkap dan tertangkapnya "perusahaan" pembuat dan penyebar berita hoax, dimana "perusahaan" ini telah beroperasi sejak tahun 2015 dan tentunya dari segi finansial perusahaan ini telah meraup keuntungan yang tidak begitu sedikit. Jika dilihat dari rentang waktu si perusahaan beroperasi, tentunya bisa dibilang tidak sebentar ya, dari tahun 2015 sampai tahun 2017, katakanlah sekitar 2 tahun perusahaan ini beroperasi tentu sudah memproduksi berita-berita hoax yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan, baik yang berbentuk tulisan layaknya sebuah berita maupun gambar meme. Miris lagi ketika membaca sebuah berita di media massa arus utama yang melaporkan bahwa fanpage akun perusahaan tersebut di salah satu media sosial telah diikuti oleh banyak netizen. Bayangkan, selama dua tahun, produksi dalam jumlah besar disertai dengan kegiatan sharing berita hoax oleh netizen pengikut bahk...

Puncak Musim Kemarau

"Suhu udara benar-benar panas ya",  "Sudah panas, berdebu lagi". Begitulah kalimat yang sering terucap oleh masyarakat akhir-akhir ini.  Dari bulan di sekitar pertengahan tahun sampai bulan ini (Agustus), negeri kita memasuki musim kemarau, dan menurut BMKG yang penulis baca dari Tribunnews.com tanggal 27 Agustus 2017, saat ini wilayah Indonesia sudah memasuki puncak musim kemarau. Menurut sebagian masyarakat, musim kemarau saat ini terasa lebih panas dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, sebagian masyarakat yang lainnya menyatakan bahwa musim kemarau saat ini tidak berbeda dari musim kemarau tahun-tahun sebelumnya. Nah, sebenarnya apa betul musim kemarau saat ini lebih panas dari tahun-tahun sebelumnya, atau kah sebaliknya?. Menurut pernyataan pers Kepala Sub Bidang Informasi BMKG yang penulis baca melalui tribunnews.com, musim kemarau tahun ini tidak sekering tahun 2015 tetapi tidak sebasah tahun 2016. Kemudian masih menurut BMKG, 2-3 hari ke de...

Yang Unik Dan Berbeda Di Ibukota #2

"Jakarta", setiap orang begitu mengenal dengan baik. "Jakarta", setiap orang pun mengenalnya sebagai kota besar dan ibu kota negara. Jakarta ibarat gula, dan kita yang pernah "memanfaatkan" Jakarta ibarat semut. Ya, kita pun selalu menyemut ke arah gula tersebut. Lantas apa sih kaitannya antara aktivitas "menyemut" tersebut dengan blog ini yang notabene tertulis blog catatan jalan-jalan dan foto-foto. Tentu ada dong, aktivitas harian masyarakat Jakarta dapat menjadi sesuatu yang menarik yang bisa kita amati saat jalan-jalan ke Jakarta. Pola-pola aktivitas yang unik dari masyarakat Jakarta atau masyarakat yang bekerja di Jakarta dapat kita amati dan tangkap dengan kamera. Penumpang commuter line di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Sumber : www.fotokabar.com Foto di atas merupakan salah satu yang saya sukai, meskipun perekaman gambar hanya memakai kamera mirrorless lawas (Olympus Pen EP-1). Foto ini, menurut saya, menunjukkan suatu pola te...

Wisata Konservasi

Bumi Indonesia sangat kaya akan sumber-sumber keindahan, baik itu keindahan yang diciptakan oleh manusia dalam bentuk seni budaya maupun keindahan yang diciptakan oleh Tuhan yang berupa keindahan bentang alam dan keanekaragaman hayati Indonesia. Sebagai contoh, eksotika alam pulau Jawa dan Bali saja sudah begitu menakjubkan, apalagi seluruh wilayah Indonesia. Menurut pemikiran penulis, bisa dikatakan bahwa, kita, masyarakat Indonesia begitu dimanja oleh kekayaan alamnya yang berlimpah sehingga tak jarang banyak dari kita yang terlena dengan keadaan ini. Namun, di sisi lain, alam beserta keanekaragaman hayatinya telah memotivasi sebagian besar masyarakat Indonesia untuk menghasilkan karya yang sangat menakjubkan dan mempesona, misalnya adalah produk seni dan budaya. Adakalanya, sebagian besar masyarakat sudah lupa bahwa kekayaan dan keanekaragaman hayati adalah titipan dari Tuhan yang harus dijaga demi kelangsungan hidup manusia di muka bumi ini. Merujuk pada berita di media massa akhi...

Mempertanyakan Ulang Keindonesiaan Kita

Tulisan opini singkat ini ditulis dan diposting di Kompasiana pada 17 Januari 2012, untuk sekedar mengingatkan bahwa kita dikaruniai oleh Tuhan sebidang tanah surga yang bernama Indonesia. Mari kita syukuri karunia dan nikmat tersebut dengan mencintai Indonesia. ------------------------------------------------------------------- "Eh, dimana itu, bagus ya, luar negeri sepertinya ya" Sebuah pertanyaan retoris terlontar dari seorang karyawan sebuah tempat keramaian di dekat ibukota negara. Entah basa-basi menunggu jam istirahat usai ataukah benar-benar terheran-heran melihat tayangan televisi siang yang kebetulan saat itu menayangkan program acara anak, dimana stasiun televisi tersebut menyajikan aktivitas anak-anak dari daerah Indonesia bagian timur. Selain itu, tim kreatif tayangan tersebut juga membalutnya dengan keindahan alam Indonesia bagian timur, yang begitu menakjubkan. "Ah, itu kan orang-orang pedalaman, lihat saja", salah seorang karyawan menimpalinya de...

Pangalengan, Antara Peternakan Sapi, Perkebunan, dan Burung Liar

Pangalengan, sebuah kecamatan di daerah Bandung selatan merupakan daerah dengan bentang alam berupa pegunungan dengan suhu udara yang lebih rendah dari suhu kota Bandung. Kondisi tersebut telah menjadikan kawasan ini sebagai daerah yang sesuai sebagai daerah agribisnis, sebagai kawasan yang menghasilkan produk-produk perkebunan dan produk-produk peternakan. Produk utama daerah ini adalah susu sapi dan hasil perkebunan, seperti kentang dan teh. Jalan berkelok-kelok yang merupakan ciri khas jalan menuju arah pegunungan merupakan sambutan pertama sebelum masuk ke jantung kecamatan Pangalengan, sambutan berikutnya yang tak kalah mengagumkan adalah bukit-bukit berhiaskan pohon-pohon pinus dan kemudian disusul perkebunan teh, kemudian tak ketinggalan toko-toko penjual produk-produk olahan susu (karamel susu, krupuk susu dan juga dodol susu) menghiasi tepi jalan menuju jantung kecamatan Pangalengan. Sepintas kawasan ini hanya tampak sebagai kawasan dengan perkebunan teh yang luas, tetapi jika...

Yang Unik Dan Berbeda di Ibukota #1

Bagi sebagian besar orang, ibukota identik dengan kepenatan dan kesemrawutan. Bahkan, menginjakkan kaki di tempat-tempat umum ibukota saja sudah membuat malas, apalagi menikmatinya. Namun, ibukota sebenarnya menyimpan suatu bentuk (fisik atau peristiwa) yang penulis katakan menyenangkan untuk diselami dan dinikmati. Dengan berbekal sepiring nasi untuk sumber energi dan kamera digital seadanya, maka ibukota adalah tempat yang mengasyikkan untuk nge-trip. Kumang atau kelomang hias yang dijajakan di pelataran Monumen Nasional. Foto ini diambil pada tahun 2014. Nikmati setiap detil ibukota dan ambil foto, itulah cara terasyik nge-trip di ibukota. Eh, ternyata tidak hanya itu saja, mencari sesuatu yang berbeda adalah cara yang lebih mengasyikkan lagi. Sesuatu yang sebelumnya tidak dilirik masyarakat umum, bisa kita lirik dan kita tangkap menggunakan kamera yang kita punya. Misalnya saja foto di atas, kumang atau kelomang memang sering diperjualbelikan di tempat-tempat keramaian...