Langsung ke konten utama

Postingan

Petualangan Ngopi #1 : Kopi Cupu

"Awali hari dengan ngopi", Kalimat di atas bukanlah quote dari siapa-siapa melainkan keluar dari pemikiran penulis sendiri, memang sih kalimat tersebut sering terdengar, tapi penulis belum pernah mengetahui pastinya siapa yang mengeluarkan quote tersebut ^^ Daripada berumit-rumit ria memikirkan siapa yang ber-quote atau quote apa yang tepat tentang kopi, pembuatan dan meminumnya; marilah kita ngopi saja. Sambil menyeruput secangkir kopi, marilah juga kita menulis blog. Baiklah, tulisan ini penulis berikan judul utama "Petualangan Ngopi" dan anak judul "Kopi Cupu". "Lho maksud sampeyan opo tho?" Tulisan ini intinya mengenai the adventure of ngopi , dimana di jilid pertama (karena mungkin nanti akan berjilid-jilid) akan berisikan tulisan opini mengenai kopi cupu. Istilah kopi cupu hanya buatan penulis sih intinya ^^ "Opo meneh kopi cupu iku?" Begini, kopi cupu hanya istilah di tulisan blog ini dan buatan pen...

Menikmati Matahari Pagi

Suasana pagi di sekitar Pintu Tol Bekasi Timur, Bekasi, Selasa (29/8/2017). Menikmati pagi dengan suasana matahari terbit sambil ngopi tampaknya menjadi kegiatan yang mungkin bisa dibilang teramat sulit bagi masyarakat kota besar. Bukan karena matahari terhalang oleh bangunan-bangunan khas perkotaan, melainkan budaya masyarakatnya yang bergerak cepat. saking cepatnya, bisa dibilang pagi pun selalu terlewat. Menurut hemat penulis, sebagian besar masyarakat kota selalu kehilangan pagi. Bahkan, sebagian besar tersebut selalu kehilangan matahari dalam sebagian besar hidupnya. Lantas apa efek kehilangan matahari? Entahlah, yang pasti sejuknya sinar matahari dan bulatnya matahari pagi selalu terlewatkan. Padahal, suasana seperti itu menurut penulis sangatlah menenangkan. Namun, alangkah baiknya di sela-sela waktu kegiatan kita di pagi hari selalu menyempatkan menengok si matahari pagi, apalagi sambil memotretnya bersamaan dengan memotret suasana pagi, alangkah menyenangkannya a...

Perjalanan Sore Yang Tidak Biasa #2

Perjalanan menggunakan transportasi umum di kota besar menciptakan keunikan tersendiri, adanya pola-pola hiruk pikuk masyarakat yang saling sapa dan kait mengkait telah menghidupkan sebuah kota. Banyak sekali pola-pola kehidupan masyarakat di dalam transportasi umum ini yang dapat ditangkap, ada baiknya kita rekam dengan menggunakan kamera. Namun, di tulisan ini, penulis tidak merekamnya dengan kamera melainkan dengan indera pendengaran dan kemudian menuliskannya di sini. Transportasi umum seperti bus kota nyatanya telah menjadi kebutuhan primer masyarakat urban. Kehidupan di dalam sebuah bus antar kota bisa diibaratkan sampel sebuah populasi masyarakat urban. Sebuah sampel terhadap "hiruk pikuk" nya masyarakat urban yang sungguh menarik untuk diamati. Seperti kejadian saat sore beberapa hari lalu di bus kota yang melayani rute Blok M - Bekasi. Kala itu, bus sudah terisi hampir penuh saat akan meninggalkan terminal Blok M, Jakarta, menuju Bekasi. Entah karena akhir pekan at...

Air dan Kemarau

Mungkin perang dunia berikutnya bukan disebabkan oleh minyak, tetapi sangat besar kemungkinan disebabkan oleh air. Kenapa air? Air yang dimaksudH2O kah? Air adalah sumber kehidupan, tubuh makhluk hidup di planet ini tersusun sebagian besar oleh air, H2O. Bahkan di dalam suatu pemahaman evolusi, air dipercaya sebagai media cikal bakal terbentuknya makhluk hidup tingkat tinggi. Selain itu, air telah mengisi sejarah dan kebudayaan manusia di planet bumi ini. Budaya agraris, telah banyak disebutkan sebagai cikal bakal terbentuknya kesenian dan kebudayaan manusia, dimana budaya agraris tidak terlepas dari keberadaan air. Kemudian banjir besar jaman Nabi Nuh yang telah mengubah wajah dunia. Apakah kita peduli akan kelestarian air di planet ini? Mungkin sedikit peduli. Apalagi saat ini, negeri kita masih tersandera oleh musim kemarau yang jadwalnya mundur. Sejak beberapa bulan lalu ditetapkannya sebagai musim kemarau sampai bulan September belum terlihat turunnya hujan yang signifikan unt...

Kedinamisan Megapolitan Yang Berlebih

Kota besar, seperti Jakarta dan kota penyangga sekitarnya atau sering disebut megapolitan ibarat gula. Jika ada pepatah yang mengatakan "ada gula ada semut", tidak berlaku pada megapolitan Jakarta sebagai "gula". Lho kenapa? Dalam kondisi ini, pepatah tersebut menurut opini penulis tidak berlaku, hehe, lantaran jika megapolitan Jakarta sebagai gula, tidak hanya semut yang datang, melainkan serangga-serangga lain, bahkan lalat sering juga datang.  Lantas apa maksudnya? Maksudnya ya di megapolitan ini pada akhirnya menjadi "heterogen", ada yang begini dan ada yang begitu, ada yang sikut-sikutan, hingga membentuk warna tersendiri. Bahkan menurut penulis, warna-warni tersebut kadang tidak bisa ditebak. Bisa dibilang terlalu dinamis, hehehe. Ini penulis ngomong apa sebenarnya? Eh iya, masih pagi, jadi nulisnya kesana kemari. Intinya adalah betapa "semrawut" megapolitan Jakarta ini. Meskipun "semrawut", tetap dicintai oleh masyarakat ya...

Car Free Day Kota Bekasi

Bagi sebagian masyarakat, car free day atau hari bebas kendaraan bermotor merupakan saat yang dinanti-nantikan. Dengan beragam alasan tentunya; entah olah raga seperti jogging dan senam, bersosialisasi, kumpul komunitas, pacaran, jalan-jalan cari makanan, atau ajang promosi dan berjualan, dan lain sebagainya. Menurut opini penulis, tingginya antusiasme masyarakat perkotaan akan car free day merupakan salah satu tanda begitu tingginya harapan masyarakat akan kota dengan ruang terbuka serta jalur pedestrian yang luas dan nyaman. Selain Jakarta, kota Bekasi yang merupakan penyangga ibukota juga memiliki kegiatan rutin mingguan car free day, dimana kegiatan ini dilakukan setiap hari minggu dari pukul 06.00 - 10.00 WIB. Car free day kota Bekasi dibuka di sepanjang jalan Ahmad Yani (mulai dari simpang Kayuringin) sampai jembatan layang KH. Noer Ali Summarecon.  Jalan yang lebar, aspal yang lumayan bagus, pemandangan gedung-gedung perkantoran atau ruko dan ramainya masyarakat akan menyapa...

Menyikapi Berita Miring alias Hoax

Beberapa waktu lalu dan sampai saat ini pun media massa arus utama ramai memberitakan mengenai terungkap dan tertangkapnya "perusahaan" pembuat dan penyebar berita hoax, dimana "perusahaan" ini telah beroperasi sejak tahun 2015 dan tentunya dari segi finansial perusahaan ini telah meraup keuntungan yang tidak begitu sedikit. Jika dilihat dari rentang waktu si perusahaan beroperasi, tentunya bisa dibilang tidak sebentar ya, dari tahun 2015 sampai tahun 2017, katakanlah sekitar 2 tahun perusahaan ini beroperasi tentu sudah memproduksi berita-berita hoax yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan, baik yang berbentuk tulisan layaknya sebuah berita maupun gambar meme. Miris lagi ketika membaca sebuah berita di media massa arus utama yang melaporkan bahwa fanpage akun perusahaan tersebut di salah satu media sosial telah diikuti oleh banyak netizen. Bayangkan, selama dua tahun, produksi dalam jumlah besar disertai dengan kegiatan sharing berita hoax oleh netizen pengikut bahk...